Monday, January 30, 2012

Bayi kunyah ular hidup-hidup???

Kisah ini jadi peringatan bagi orangtua agar mengawasi si kecil. Seorang bocah 13 bulan bernama Imad Aleeyan dipergoki sedang mengunyah kepala ular yang memiliki panjang 12 inchi atau 30,48 centimeter. Ini memang tampak sulit dipercaya karena dia baru punya gigi susu yang baru tumbuh enam buah.

Ibunya yang melihat aksi mengerikan itu sontak berteriak, mengagetkan para tetangga. "Waktu itu saya sedang membuat susu, saat menoleh ke dia, saya melihat ada ular di mulutnya," kata Ghadir Aleeyan, yang tinggal di Perkampungan Arab di Kota Shefa'Amr, Israel, seperti dimuat Telegraph. "Saya lalu berteriak, tak percaya apa yang kulihat.

Para tetangga yang mendengar teriakan histeris langsung berlarian menghampiri. "Kami bergegas masuk ke rumah, dan menemukan bayi dengan ular di mulutnya, sedang dikunyah. Adegan yang menakutkan, mengerikan," kata tante si bocah, Yasmin Shahin.

Langsung Menangis

Orang-orang dewasa yang mengerubungi Imad Aleeyan dengan wajah ngeri berusaha mengeluarkan ular itu dari mulutnya. Mereka lalu membunuh binatang itu, yang saat dikeluarkan masih bernyawa.

"Saat kami menarik ular itu dari mulutnya, Imad langsung menangis," kata Yasmin, lalu menambahkan, kepala ular yang berada dalam mulut keponakannya nyaris hancur.

Setelah ular itu dikeluarkan, para orang dewasa langsung memeriksa si bocah, kalau-kalau ada bekas gigitan. Ternyata tak ada. Dokter Rumah Sakit Rambam di Halifa juga mengkonfirmasi, bahaya tak mengancam.

"Dokter mengatakan, ular itu berbisa, untungnya di musim dingin, racun yang mereka lepaskan berkurang." Binatang yang bisa tumbuh hingga sepanjang 1,3 meter itu juga tak aktif di musim dingin.

Friday, January 6, 2012

ternd gaya rambut 2012

Tak hanya tata rias wajah, rambut pun menjadi unsur penting dalam menunjang penampilan yang sempurna. Tren penataan rambut juga ditunggu-tunggu sejumlah orang agar terlihat berbeda dari yang lain.

Menurut hair stylist Rudy Hadisuwarno, tahun 2012 akan semakin diramaikan dengan tren rambut pendek bagi perempuan dan tren rambut berjambul bagi pria.

"Tahun 2012, tren yang akan berkembang itu tren rambut pendek seperti pixie, disconnected cutting, lalu asimetris," ujarnya saat ditemui pada cutting demo by Rudy Hadisuwarno Cosmobeaute, di Jakarta Convention Center.

Beberapa tahun terakhir ini, tren rambut pendek memang cukup menyita perhatian. Tak heran banyak artis yang rela memangkas rambut panjangnya, demin marasakan sensari berambut ekstra pendek. Setelah dipopulerkan oleh supermodel asal Inggris Agyness Deyn, Emma Watson semakin membuktikan bahwa rambut pendek pun dapat terlihat glamor, dan bahkan mengubahnya dari gadis sekolahan menjadi wanita cantik dan anggun.

Selain Emma Watson yang terlihat lebih percaya diri dengan rambut pixie-nya, Carey Mulligan, Keira Knightley, dan Michelle Williams pun merasakan sensasi yang serupa. Rambut pendek mereka bahkan berhasil membuat mereka terlihat lebih segar.

Tak hanya pixie, belakangan khususnya di Indonesia, tren rambut khas Korea pun semakin digemari. Namun, menurut Rudy, tren gaya rambut khas Korea sangat cocok bagi orang oriental yang memiliki kulit putih. "Kalau untuk kita akan terlihat kusam dan enggak rapih."

Lalu, tren apa yang cocok bagi wanita pecinta rambut panjang di tahun 2012?

"Untuk wanita berambut panjang, tren untuk 2012 adalah keriting zigzag. Enggak beraturan," ujarnya. Biasanya, rambut keriting dibuat memutar bagai rol. Tapi di tahun 2012, rambut keriting yang akan digemari adalah keriting zigzag dengan kesan acak-acakan karena lengkungan dibuat tidak asimertis.

Untuk gaya rambut pria di tahun 2012, Rudy menggambarkan sosok penyanyi legendaris Elvis Prasley yang terkenal dengan jambulnya. Menurutnya, pria saat ini akan tampil lebih rapih dan dendy.

Thursday, January 5, 2012

perbaikan toilet DPR seharga 2M

Setelah mendapat banyak cibiran soal rencana absen sidik jari, kali ini biaya renovasi toilet menjadi bahan pembicaraan. Anggarannya mencapai Rp 2 miliar untuk 220 ruang toilet yang tersebar di Gedung Nusantara I DPR. 

Beberapa bagian dalam toilet memang butuh perbaikan lantaran tidak berfungsi dengan baik. Namun tidak semua toilet di DPR perlu perbaikan. Sejumlah toilet terawat baik karena ada fraksi yang memperbaiki sendiri toilet secara swadaya.

"Untuk yang Fraksi Partai Golkar, kita tak butuh perbaikan karena kami sudah memperbaikinya. Uangnya dari iuran anggota setiap bulan. Kami memperbaiki setiap lantai yang memang ditempati anggota Fraksi Golkar," kata Ade Komaruddin, Sekretaris Fraksi Golkar.

Ketua DPR Marzuki Alie yang ditemui di Solo, Jawa Tengah, Rabu (4/1), menilai jika perbaikan toilet untuk 23 lantai anggaran sebesar Rp 2 miliar tidaklah terlalu besar. Menurut Marzuki, jangan dilihat dari angkanya saja. Tetapi lihat dari seluruhnya.

"Anggaran Rp 2 miliar itu untuk berapa toilet? Gedung kita kan 23 lantai. Jadi jangan perbaikan WC Rp miliar. Orang berpikir WC-nya dari emas," ungkapnya. Politisi Partai Demokrat ini mengatakan kalau toilet di Gedung DPR sebanyak 92.

Sebagai Ketua DPR, Marzuki Alie menolak berkomentar terkait penting tidaknya perbaikan toilet di kantornya. Namun ia setuju jika Badan Urusan Rumah Tangga DPR perlu melakukan pengawasani agar anggarannya tidak diselewengkan.(JUM)


sumber:http://berita.liputan6.com

mencuri sandal polisi,, lantas di vonis 5 tahun!! keadilan kemana??

Entah apa yang ada di benak AAL, pelajar sebuah sekolah menengah kejuruan negeri di Palu, Sulawesi Tengah, ketika mengetahui kenakalan ‘kecilnya’ berbuntut panjang dan berbuah pahit sampai lebih dari setahun kemudian.

Suatu hari di bulan November 2010, AAL bersama kawannya melintas di depan kos seorang anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah berpangkat Briptu. Di depan kos sang Briptu berinisial AR, AAL melihat sandal jepit tergeletak. Tanpa berpikir panjang, ia kemudian mengambil sandal jepit tersebut.

Menurut Briptu AR, selain dirinya, kawan-kawan sekosnya pun kehilangan sandal. Ia pun mempersoalkan pencurian sandal jepit itu ke pihak kepolisian tempatnya mengabdi. Enam bulan setelah peristiwa pencurian itu, polisi memanggil AAL dan kawannya. Mereka diinterogasi, bahkan dipukuli dengan tangan dan benda tumpul.

AAL menderita lebam di punggung, kaki, dan tangan, akibat kekerasan yang ia terima saat interogasi itu. Ia pun mengaku mencuri sandal. Kasus terus bergulir. Pengaduan Briptu AR soal sandalnya yang dicuri AAL diproses terus secara hukum dan akhirnya masuk ke Kejaksaan Negeri Palu.

Kasus pencurian sandal jepit ini pun sampai juga ke pengadilan, dan AAL resmi menjadi terdakwa. Jaksa menyatakan, AAL melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 326 KUHP tentang Pencurian. AAL pun diancam 5 tahun penjara.
Masyarakat terkejut. Betapa bocah pencuri sandal jepit bisa terancam hukuman layaknya koruptor. Nasib mirip dengan AAL pernah dialami oleh seorang nenek bernama Mina tahun lalu. Bedanya ia tidak mencuri sandal. Ia dan dua orang anaknya dituduh mencuri 2 kilogram buah randu seharga Rp12.000.

Efendi, pemilik pohon randu di lahan PT. Segayung di Desa Sembojo, Kecamatan Kulit, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melaporkan Nenek Mina dan kedua anaknya ke Polres Batang. Nenek Mina dan anak-anaknya yang masih di bawah umur itu pun ditahan dan diancam 7 tahun penjara.

Hentikan Kasus

Kapolres Palu AKBP Ahmad Ramadhan, ketika dihubungi VIVAnews.com, mengaku heran dengan kasus bocah pencuri sandal jepit polisi itu. Ahmad yang baru menjabat Kapolres selama sebulan itu bahkan menegaskan, kasus tersebut layak dihentikan apabila terbukti mengesampingkan sisi manusiawi.

Menurutnya, pihaknya saat ini hendak memanggil Kepala Unit Reskrim (Kanitres) Polres Palu untuk mendalami kasus tersebut. “Kasus ini kan ditangani oleh Polsek. Prosedurnya, penyidikan dari Polsek dibawa ke kejaksaan,” papar Ahmad, Kamis 29 Desember 2011.

Ahmad sendiri mengaku heran bila kasus semacam ini sampai dibawa ke kejaksaan, apalagi si bocah AAL kini duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Kok bisa begitu? Kasus ini patut saya hentikan,” kata Ahmad.

Ia mengatakan tak habis pikir dengan Briptu AR yang ‘ngotot’ kasus tersebut dibawa ke pengadilan. “Kok polisi yang terlibat tidak punya perasaan? Jangankan sandal, sepatu, bahkan mencuri 10 sepatu pun harus diproses dengan melihat latar belakang si anak,” ujar Ahmad.

Ia sendiri mengaku pernah menghentikan kasus serupa saat dirinya masih menjabat sebagai Kapolsek Tolitoli. Ketika itu, lanjutnya, ia melepas seorang anak kecil yang kedapatan mencuri celana jeans.

“Ironisnya, kali ini orang yang membawa kasus ini ke pengadilan adalah anggota polisi Brimob. Karena kasus ini ditangani Propam Polda, maka akan saya cek apa ada unsur paksaan (terhadap si anak) di sini,” kata Ahmad.

Seribu Sandal untuk Briptu AR

 Simpati publik untuk AAL pun menyeruak. Berbagai elemen masyarakat didukung oleh sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat, beramai-ramai mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Mereka bahkan membuka ‘Posko Sandal untuk Kapolri’ sebagai bentuk protes atas ketidakadilan yang menimpa bocah AAL.

Masyarakat bahkan berduyun-duyun mengumpulkan sandal jepit untuk Briptu AR guna mengganti kerugian materiil yang ia derita. “Sekarang sudah terkumpul sampai seribu sandal. Yang hilang (dicuri AAL) 3 sandal, tapi ini supaya Briptu AR puas. Supaya dia tidak perlu beli sandal seumur hidup,” kata Sekjen KPAI M. Ikhsan.

Dia menegaskan, terkumpulnya seribu sandal itu merupakan bentuk keprihatinan warga terhadap penegakan hukum di negeri ini yang hanya mengedepankan sisi prosedural tanpa mempertimbangkan sisi manusiawi. Dari segi prosedur penanganan bocah AAL pun, terang Ikhsan, polisi menyalahi prosedur, di mana perlakuan terhadap pelaku kejahatan anak-anak seharusnya dibedakan dengan orang dewasa.

“Dari segi hukum, seharusnya anak-anak dibina, dibimbing, dan dikembalikan ke orang tuanya. Jadi kasus ini jelas-jelas mengabaikan Surat Edaran Kapolri yang berisi instruksi agar kasus anak diberi perlakuan berbeda,” jelas Ikhsan.
Menurutnya, Mabes sendiri telah memberi penjelasan kepada KPAI bahwa Surat Edaran Kapolri itu telah mereka kirim ke semua Polda, Polres, sampai Polsek.

“Bisa jadi kasus ini terjadi karena penyidik lapangan belum paham penerapan Surat Edaran Kapolri di lapangan. Mabes sudah berjanji untuk menegur pelapor Briptu AR,” tutur Ikhsan.
Saat ini, lanjutnya, yang perlu diingatkan dan diawasi terkait kasus pencurian sandal jepit oleh AAL itu adalah pihak kejaksaan, utamanya Kejaksaan Negeri Palu. “Kita harus ingatkan kejaksaan, karena kejaksaan yang sekarang melakukan penuntutan,” kata Ikhsan.
Menurutnya, ada beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan si bocah AAL.Pertama, kejaksaan bisa merehabilitasi si anak dengan tidak meneruskan proses hukumnya di peradilan. Kedua, AAL dapat dibebaskan dari hukuman pidana kurungan.

“Ini agar tidak menjadi preseden buruk di masa depan. Kalau tidak, bisa-bisa banyak anak masuk penjara karena kenakalan-kenakalan masa remaja,” ujar Ikhsan.
Menurutnya, tindakan AAL lebih tepat dikategorikan sebagai kenakalan masa remaja sebagai bentuk tumbuh kembang mereka di masa transisi.
“Di masa transisi itu, remaja kan cenderung melakukan tindakan menyerempet hukum,” kata Ikhsan. Oleh karena itu, KPAI berharap kejaksaan bisa mempertimbangkan sisi psikologis anak.

Site Search